Kamis, 27 Juli 2017

Taktik Klinik dan RS

Sampai sekarang masih Ndak ngerti n penasaran,,
Memangnya knp pada suka bget ngasih rujukan?? Dapat berapa duit??
N KLO di RS, dikasih pilihan boleh tetap atau pulang, tapi knp KLO mau pulang, gak dibolehin??
Ada apa ini??
Bidan yg tadinya sy pikir pro normal jg pada akhirnya semua hanya omong kosong,bullshit!
Knp suara pasien tidak bgtu berarti, tak didengar???

Persalinan Caesar vs normal



16 Juli 2017 dini hari, serasa mimpi perut ky diremes2 n terasa kencang. Akhirnya kebangun n bertanya apakah ini? Mungkinkah kontraksi?? Wah senang akhirnya bisa merasakan jg bgmna rasanya kontraksi itu. Oh,,semakin semangat utk bisa lahiran normal pasca operasi Caesar. Awalnya 15 menit sekali,, lanjut 10 menit sekali. Sampai akhirnya selama akhir 24jam itu jadilah 5 atau 3 menit sekali.. Belum keluar bercak darah, tapi kepo deh mau tau udah bukaan berapa.
Meluncurkan kita jam set 12 malam ke klinik tempat kami biasa kontrol. Eh adanya bidan jaga, bukan bidan yg kami harapkan. Yah gppa deh bilang j mau cek bukaan. Oh ternyata masih bukaan 1 lebih.
Dari sinilah drama dimulai
Penginnya pulang, tapi malah dirujuk.
Kita minta waktu menenangkan dirinya, eh malah suruh menenangkan diri di ruang periksa #oh saatitupikiransudahjelek
Kuminta keluar ruangan dulu.. Dijelaskan pada suamiku kalau q mau pulang dulu. Nunggu nambah bukaan, baru deh k RS rujukan.
Enaaaahhh suami masuk kukira menyampaikan keinginanku. Tiba2 salah satu bidan jaganya bilang : ayo bu naik ambulan #jrengggg jreengg apaan iniii. Pengin rasanya minggatt lari secepat mungkin, tp itu keputusan suami.
Hahh,, nangis2 aku,,, ternyata suamiku termakan omongan bidan itu.
Q si mau2 aja dirujuk tp ya nunggu nambah bukaan dulu, bukannya ujug2 ikut ambulan k RS.
Udah feeling bakalan dibelek lagi nih masih bukaan 1 masuk RS.
Tapi suami bahkan tidak mendengarkan keinginanku..
Ya Allah,,, yg mau melahirkan itu aku, bukan suamiku T_____T
Aku sudah bertekad bulat ingin normal.
N alasan rujuknya klasik: sudah punya riwayat sesar n takut GA ada kamar di rumah sakit.
Saat itu rasa marahku ke suami bgtu besar..keseeelll banget q yg mohon2 pulang GA didengar, tangisku GA dihiraukan. Bilangnya posisinya sulit utk memutuskan.
Dan singkat cerita aku pun diminta suami untuk sesar lagi. Hatiku kecewa dg suamiku yg q pikir dia akan mendukungku. Gini nih KLO suami GA sama gregetnya utk bs lahiran normal.
Tapi ya Allah, melihat wajah suamiku yg bingung, q hanya berpikir menaati suami dalam rangka menaatimu ya Allah.. Berikan kesabaran yg besar untukku, berikan q balasan berupa surgamu yang tertinggi ya Allah..
Rasa takut utk operasi yg kedua ini jauh lebih besar. Mungkin Krn q tahu stelah 2x sesar berikutnya sesar n pastinya oleh dokter akan disterilkan..hiksssss,, GA pengin disteril,, GA siap disterilkan,, dan pikiran macam2 lainnya. Hanya saja semua itu kubungkus jadi satu,, kuadem2kan diriku sendiri, minta maaf kpd tubuhku yg akan disayat lagi.. Minta maaf pada bayiku yg harus keluar tidak alami.
Padahal saat persiapan operasi, kurasakan bayiku semakin sering mendorong.. Ya Allah,, hanya Engkau,q dan bayiku yang bisa mengerti keinginanku waktu itu..

Selesai operasi, q masih merasa kesal dan menyesal.
Walaupun sudah kucoba untuk mengikhlaskan semuanya, tapi kenapa air mata ini terus mengalir? Padahal sudah 11 hari berlalu???